Tipe Jendela

December 8, 2016 - 10 minutes read

Tipe atau Jenis-jenis Jendela kusen Aluminium

Banyak sekali tipe jendela yang kita kenal saat ini. Bentuk jendela telah berkembang dari awal manusia membuat rumah sampai sekarang. Tidak mengherankan jika di masa mendatang  akan banyak tipe jendela yang bermunculan. Pada bagian ini, kami membahas tipe jendela yang lazim dipakai dalaam bangunan masa kini, terutama pada hunian. Masing-masing tipe memiliki kekhasan tersendiri. Umumnya pemilihan tipe jendela  berkaitan dengan gaya bangunan dan letaknya.

Fixed window

Fixed window atau jendela mati adalah tipe jendela yang tidak berventilasi sehingga hanya bisa memasukkan cahaya dan vista. Karena tidak bisa memasukkan udara, penggunaan tipe jendela ini haruslah dipertimbangkan secermat mungkin.

Double hung window

Adaalah jendela yang terdiri atas 2 daun, disusun vertikal, dan dioperasikan dengan cara menggeser salah satu daun jendela secara vertikal. Cara buka yang seperti ini hanya memungkinkan 50% dari bagian double hung window yang bisa dibuka lebar dan dijadikan keluar-masuk udara. Namun, jangan khawatir! Ada cara yang bisa dilakukan untuk menambah kapasitas bukaan hingga mencapai 100%, yaitu dengan mambuat semacam rongga, baik diatas maupun bawah jendela. Rongga tersebut menghindarkan daun jendela yang satu bertumpuk  di atas daun jendela yang lain. Ddengan kata lain, rongga itu menjadi tempat “penyimpanan” daun jendela.

Casement window

Casement window atau jendela ayun memiliki daun jendela yang salah satu sisinya terkait dan dioperasikan dengan cara diayun ke luar atau ke dalam. Kelebihan tipe jendela ini dibandingkan tipe-tipe sebelumnya adalah ia mampu menyediakan 100% bukaan. Casement window perlu diberi elemen pengait untuk menahan posisinya dalam kondisi terbuka.

Single hung window

Jendela ini memiliki  bentuk fungsi yang sama dengan double hung window. Yang membedakan adalah hanya satu daun jendelanya yang dapaat digeser. Single hung window hanya bisa menyediakan 50% bukaan.

Sliding window

Sesuai dengan namanya, sliding window atau jendela geser dibuka-tutup dengan cara digeser secara hirizontal. Untuk mengoperasikannya dibutuhkan  rel pada bagian atas dan bawah kusen jendela. Tipe jendela yang satu ini bisa terdiri atas dua daun jendela atau lebih. Jendela geser dengan dua daun jendela mampu menyediakan 50% bukaan. Semakin banyak daun jendela yang dimiliki dalam sistem ini, semakin besar pula  kapasitas bukaan yang didapat.

Awning dan Hopper

Jendela tipe ini memiliki prinsip kerja yang mirip dengan jendela ayun, hanya saja sisi jendela yang dikaitkan adalah sisi atas atau bawahnya. Jendela yang bagian atasnya dikaitkan disebut awning, sedangkan hopper adalah istilah untuk jendela yang bagian bawahnya dikaitkan. Yang membedakan 2 tipe jendela ini adalah arah bukaannya. Awning dibuka ke luer, sementara hopper dibuka ke dalam. Sama seperti jendela ayun, awning dan hopper pun mampu menyediakan bukaan sampai 100%. Adapun salah satu kelebihan awning adalah kita tidak perlu memakai teritisan lagi, sebab bagian daun jendela yang terangkat secara tidak langsung menjadi bagian pelindung yang menghalangi  air hujan masuk ke dalam bangunan.

French window

French window adalah tipe jendela dengan sepasang jendela ayun yang juga berfungsi sebagai akses keluar-masuk atau pintu. Karena memiliki fungsi ganda sebagai pintu, jendela ini dibuat menapak dilantai. Sebagian besar tipe jendela tipe ini didesain dengan arah bukaan ke dalam. Kamar tidur merupakan lokasi yang paling tepat untuk french window. Aplikasikan jendela ini pada sisi dinding yang menghadap ke taman.

Pivoted window

Pivoted window adalah tipe jendela yang daun jendelanya dapat berputar 90  atau 180  secara horizontal ataupun vertikal. Poros atau sumbu putar jendela biasanya berada tepat di ½ bukaan (di tengah) atau 1/3 bukaan. Jendela ini banyak dipakai di gedung-gedung bertingkat sebagai emergency exit. Untuk hunian, pivoted window biasanya hadir dalam format hoigh ceiling window.

Jalousie window

Jalousie window adalah jendela yang memiliki pelat-pelat panjang horizontal dari kayu atau gelas yang tersusun rapat. Saat dibuka, pelat-pelat tersebut dapat bergerak secara bersamaan. Jendela kaca nako adalah contoh jalousie window. Selain desain jendela yang dapat dibuka-tutup, jendela ini juga dapat dibuat statis. Tipe seperti ini biasanya dipraktikkan pada jalousie window yang terbuat dari kayu. Dilihat dari segi fungsi, jalousie window kayu lebih benyak berperan sebagai elemen bangunan yang memasukkan aliran udara ketimbang cahya. Jendela ini sangat tepat untuk Anda yang mengedepankan privasi dan tidak ingin direpotkan oleh urusan membuka-menutup jendela. Selain kemudahan itu, jendela ini juga menjamin tersedianya aliran udara setiap saat. Sayang, susunan sirip yang rapat membuat jendela ini sulit dibersihkan.

Bay window

Sesuai dengan namanya, bay window memiliki bentuk yang menjorok seperti teluk. Dalam desainnya, bay window bisa terdiri atas operable  window ( jendela yang bisa dibuka-tutup), jedela maati dan skylight. Keuntungan memiliki bay window adalah kita bisa mengakses lebih banyak vista, cahaya, dan udara apabila semua jendelanya bersifat operable. Dengan mengaplikasikan jendela ini, kita juga bisa mendapatkan ruang ekstra dalam hunian. Biasanya ruang diarea bay window memiliki pondasi atau dasar yang dibuat lebih tinggi dari pada lantai utama hunian.

Bow window

Dilihat dari bentuknya, bow window mirip dengan bay window, hanya sajaa bukaan-bukaan jendelanya disusun dalam format melengkung. Sama seperti bay window, ruang yang terbentuk karena boy window  juga bisa difugsikan sebagai sudut santai.

Ox-eye
Ox-eye adalah jendela kecil berbentuk bundar atau oval, sering juga disebut oeil-de-boeuf-window. Karena bentuknya yang unik, ox-eye window akan lebih menarik jika dibiarkan tanpa dekorasi atau aksesoris. Kayu adalah material yang paling banyak dipakai sebagai kusennya. Agar tampilan ox-eye window Anda terlihat lebih menonjol, cat kusennya dengan warna yang kontras dangan warna dinding. Cara lain yang bisa diterapkan adalah dengan mengganti kaca bening yang biasa dipakai untuk jendela dengan kaca mozaik warna-warni.

Ribbon window

Jendela yang susunannya horizontal dan memanjang seperti pita disebut ribbon window. Jendela ini bisa dibuat bersegmen atau menerus tanpe segmen. Keberadaan ribbon window menjadi salah satu ciri bangunan bergaya medern.

Clerestory window

Clerestory atau clearstori window ialah jendela yang terletak di antara atap miring yang bertingkat atau bertumpuk. Jendela tipe ini sangat berguna untuk memasukkan cahaya ekstra ke dalam ruang yang memiliki plafon tinggi. Karena posisinya susah dijangkau, clerestory window biasanya dibuat sebagai jendela mati.

Dormer window

Dormer window addalah istilah yang digunakan untuk meyebut jendela vertikal yang terletak di atap rumah.  Jendela ini menjorok ke luar dari atap miring bangunan. Biasanya bagian atasnya juga dinaungi atap. Domer window sangat cocok diaplikasikan pada rumah bergaya country. Selain doemer window, istilah lain untuk jendela di atap rumah adalah luthern.

Internal dormer

Kebalikan dari dormer window, internal dormer adalah jendela pada bagian atap rumah yang menjorok ke dalam.

Gable window

Adalah jendela yang letaknya dibagian segitiga dinding di bawah atap pelana. Tipe jendela ini hanya bisa diaplikasikan pada hunian yang memakai dinding gunungan.

Oriel window

Hampir sama dengan bay window, hanya saja posisi oriel lebih tinggi dari pada bay window yang diaplikasikan di lantai dasar bangunan. Karena letaknya di atas, oriel perlu disangga dengan bracket.

Palladian window

Palladian window adalah jendela besar – bahkan juga bisa berfungsi sebagai akses sirkulasi manusia – yang bagian atasnya berbentuk lengkung seperti architrave. Lengkungan jendela tersebut bertumpu pada dua kolom pada sisi kanan dan kirinya.

Palladian window sering pula dibuat dalam beberapa rangkaian, dengan bukaan jendela utama yang lebih besar dibandingkan yang lain. Jendela tipe ini sangat populer di Eropa pada pertengahan abad XVIII.

Walaupun demikian, sampai saat ini palladian window tetap banyak dipakai pada bangunan-bangunan bergaya klasik. Kolom-kolom lonic yang  dipakai menjadi salah satu elemen yang sangat menonjolkan ciri klasik pada jendela ini.

Skylight
Skylight adalah jendela yang berada dibagian atap atau plafon sebuah bangunan. Skylight umumnya dibuat dari kaca bening yang dapat dibuka ataupun fixed (mati). Menerapkan skylight dalam bangunan merupakan solusi umum memasukkan cahaya pada ruang-ruang yang tidak punya akses ke sisi luar bangunan, atau sering juga dipakai pada ruang-ruang berplafon tinggi.

Karena posisinya yang renta, kualitas kaca yang dipakai harus diperhatikan. Kaca perlu diberi perlindungan lebih, misalnya dilaminasi, atau pakailah full tempered glass untuk amannya. Selain kaca, material bening seperti akrilik dan polikarbonat juga dapat dijadikan pilihan. Untuk negara beriklim tropis seperti Indonesia, skylight terbuka atau skylight yang kacanya bisa dibuka saangat bermanfaat untuk mengurangi hawa panas dan kelembapan dalam bangunan.

Tags: , , , ,